Jumat, 23 November 2012

Tentang Para "Pasukan Pengibar Bendera" (Paskibra)

Kata orang bijak: "boleh engkau menghajar anakmu, tetapi janganlah engkau menginginkan kematiannya"



Atribut PDU anak Kecamatan C*bodas Kota Tangerang



Oke, ini sekedar ulasan yang mau Engkong sampaikan mumpung momentumnya pas dengan lomba LTUB (Lomba Tata Upacara Bendera) tingkat Provinsi Banten di mana SMA Negri 8 Kota Tangerang menjadi salah satu perwakilan untuk Kota Tangerang.

Tapi kali ini Engkong bukan mau ngomong soal lomba itu (mungkin nanti di post lain). Engkong mau ngasih tuangan pendapat tentang "paskibra" ini. Ini karena engkong sebagai orang yang pernah menonton pada awalnya, kemudian pernah bergabung, sampai pernah "tenggelam" agak dalam, merasa perlu untuk ngomong soal banyak hal dari hal tersebut.



Oke Engkong awali cerita dengan masa SD di mana Engkong pertamakali melihat pengibaran 17 Agustus yang sebenarnya. Yang Engkong lihat saat itu adalah gerombolan orang membentuk barisan yang sangat rapi untuk menaikan sebuah bendera merah putih dari "baki" ke "puncak tiang". Dari situ Engkong mulai sadar betapa sakralnya Sang Saka Merah Putih.

Ternyata kejadian tadi pun diikuti sejumlah kejadian lainnya. Engkong tumbuh menjadi seorang dengan prinsip nasionalisme yang cukup kental. Sederhananya nasionalisme itu semacam pernyataan sadar: "Aku orang Indonesia" (mungkin lain kali akan ada pembicaraan khusus soal ini).



2011, Engkong bergabung dengan Paskib Delta (Pasukan Pengibar Bendera Delta) yang berkedudukan sebagai ekskul di SMA Negri 8 Kota Tangerang. Engkong mulai masuk dan tahu isi dari Paskibra itu.


Atribut-atribut dari berbagai masa yang engkong miliki:
Name tag Diklat, Latgab, TC, Nama untuk botol minum
name tag PDH, Lencana Kepemimpinan (LK),
emblem putih, emblem hijau, evolet
Engkong mulai lihat adanya senioritas (dengan sebutan "abang" atau "mba"). Juga adanya prinsip kekeluargaan berupa "satu salah semua salah". Selain itu ada sistem komando di mana setiap perintah harus dilaksanakan dan tidak ditentang (ini sering dikenal sebagai aturan "pasal 1 dan 2").

Selang satu tahun Engkong tergabung dalam Paskibra Kecamatan C*bodas, angkatan 2012. Seperti yang Engkong idam-idamkan selama ini, pengibaran 17 Agustus pun sudah ditangan. Namun lagi-lagi Engkong menemukan sistem didikan yang lebih sadis lagi berupa "hukuman fisik". Memang tidak ada cedera dan luka parah, namun trauma singkat yang cukup dalam terasa di sini.

Muak, adalah perasaan yang paling terasa saat itu. TC (Trainning Center), yang dilaksanakan 2 bulan sebelum 17 Agustus pun setiap harinya terisi dengan perasaan tak tahan. Kesal dengan banyaknya senior yang memperlakukan kita seenaknya, kesal dengan tekanan pada setiap latihan, dan juga kesal membayangkan banyaknya waktu berlalu dengan suasana-suasana seperti ini. Satu-satunya alasan bertahan hanya motivasi awal tadi.

Belakangan engkong sadar pikiran skeptis tersebut wajar bagi seorang pemegang "emblem putih" atau "emblem capas", emblem yang menandakan tingkatan paling rendah di Paskibra. Memang ternyata ketidakmampuan untuk beradaptasi dan mengerti situasi inilah yang menjadikan banyak orang berhenti sampai di emblem putih (dan golongan ini cenderung mayoritas).

Sampai akhirnya pada saat Engkong matang, 15 Agustus 2012 Engkong mencium Bendera Merah Putih di upacara pengukuhan. Tiba-tiba mata Engkong terbuka dan sadar tentang harga setimpal atas "penderitaan" yang terasa sia-sia di awal tadi. Tempaan fisik dan mental tadi yang membuat kami kini keras dan tajam seperti pedang.



Penaikan Sang Saka Merah Putih 17 Agustus 2012 di Lapangan Porci 

17 Agustus 2012, semua beban hilang, yang ada tinggal puas melihat Sang Saka Merah Putih berdiri di puncaknya.



Memang terasa lagi-lagi, tidak ada yang mutlak di dunia ini. Itulah yang membuat hukum alam tidak dapat dirumuskan dengan angka dan ilmu yang masih lumpuh, dan sehingga di alam ini tidak ada hal yang mustahil. Lagi-lagi juga akhirnya kita akan hanya bisa bicara tentang kebesaran-Nya.


Dari seekor kucing yang pernah bergabung di Paskibra
Lahir dan mengabdi hanya sesaat untuk Paskib Delta dan Paskibra Kecamatan C*bodas

Tidak ada komentar: