Tuesday, January 17, 2017

Waktu yang Tepat untuk Buang Buang Waktu

Gratitude is the key

Hampir genap 1 bulan, nanti tanggal 20 pas kegiatan ini berakhir. Kemudian saya mengingat-ingat masa-masa kemarin, di mana pernah terjadi situasi "buang buang waktu" yang sama dalam berbagai durasi. Pernah 1 jam perkumpulan, acara sehari, 2 atau 3 hari acara, program 6 bulan, pengabdian 1 tahun, masa 3 tahun, bahkan banyak ragam masa lain. Di masa itu, entah benar-benar buang buang waktu atau engga, saya merasa buang buang waktu.

Di satu sisi ini kesalahan pribadi, mungkin kecerobohan. Kemudian terbersit kutipan: "Manusia diijinkan untuk berbuat salah, agar mereka bisa belajar memperbaiki kesalahan tersebut" dari channel TV lokal berbasis konfusius (kutipannya agak beda, intinya itu). Tapi di sisi lain rasanya ini adalah kesalahan konyol, di mana buat counter-nya, TV yang sama bilang "Belajar dari kesalahan sendiri itu baik, tapi belajar dari kesalahan orang lain lebih baik".

Kemudian saya berusaha untuk "bersyukur" saja (sebenernya semua kata-kata di sini rasanya perlu dikasih tanda kutip, di mana penekanan positif atau negatif saya pun bimbang). Ini proses belajar, ujian dari Tuhan, untuk bersabar, sehingga ada kesempatan belajar ya kita berterimakasih padaNya. Di sisi lain, ini bisa jadi "hukuman" dari Tuhan, jadi saya harus sadar dan memberontak dari kesalahan diri sendiri.

Cerita mimpi selama di sini:
Entah mungkin penting atau enggak, saya pengen semuanya diingat

1. Perkumpulan agama biasa, dicampur sama sensasi gereja masa kecil (TK, SD).
Ini intimidasi masa kecil aja. Menarik karena perasaan buang buang waktunya juga mirip dalam perwujudan lain. Didominasi diam (meskipun di sisi lain ini emas).
2. lupa (masih inget pas tanggal 17)
3. Mimpi jalan-jalan di gedung SD malem-malem berduaan (tapi bukan sama temen SD). Hampir ml di wc tapi pas masuk banyak sayuran mentah lagi dipotong, trus dateng petugas kebersihan sambil nuduh kita, tapi lolos.
Di sini ada rasa mirip masa-masa melawan pornografi. Bahkan ada adegan di mana ada omongan: "udah jangan dah gak baik" yang kemudian dilanjut "tapi yaudah gapapa".
4. lupa (masih inget pas tanggal 17)

Ada rencana untuk "buang buang waktu" lagi sih. Sebagaimana dulu aku daftar Pramuka waktu SD, dateng tiap hari jumat sore, dan ngorbanin kesempatan ikut tim olimpiade matematika karena komitmen ke Pramuka (yang bahkan anggotanya <20). Ini terjadi lagi di hari hari depan kemudian lagi, dengan berbagai durasi waktu yang berbeda.

Mungkin konotasi "buang buang waktu" terlalu negatif, misalnya "buang buang waktu" ikut ekskul pramuka. Coba kalo kita liat baiknya, positifnya, atau in the simplest way 'enaknya' (yang enak seringkali mudah terhubung ke dosa/tidak sehat, dsb. Tapi juga di sisi lain jadi indikasi kebahagiaan). Mungkin ekskul pramuka meningkatkan social skill yang gak didapet di tim olim mtk (yang jelas memberi tantangan lebih kecil karena anggotanya <20).

Konsep ini semacam "melupakan yang kita inginkan untuk mendapatkan 

Friday, December 30, 2016

Ketidakbermanfaatan

Efektivitas ideal itu 100%
Usaha 1 J, Kerja 1 J
Tapi yo ra realistis, iku jenenge utopis
Tapi yo jo pesimis, ra iso ideal yo isih iso pendekatan


Aku lagi KP. Nanti masuk 3 sks untuk semester 6.

KP ki wajib. Yo gpp sih, mayan bisa tau suasana kantor perusahaan swasta kecil yang sering dapet tender otomasi pihak-pihak gede. Ada senior yang se-almamater (tapi dia curhatnya mo cabut si wkw).

Di KP ini keuntungan buat kita (mahasiswa) adalah dpt pengalaman kerja, sedangkan keuntungan perusahaan (berdasarkan tebakan seniorku) adalah CSR, yaitu adalah program sosial oleh perusahaan untuk menghindari pajak. Awalnya aku bingung kok dibaik-baikin, tp mungkin mereka merasa seneng liat pajak pajak terpangkas (yo wis, jenenge simbiosis mutualisme).

Tapi aku kemudian merasa sedikit rugi. Sistem yang diterapkan adalah kewajiban (husnudzonlly kesempatan) datang ke kantor 9 jam sehari (8-17), tapi sampe sana kita bingung mo ngapain. Meskipun sama-sama seneng (wifi-santai-sks buat kita dan pajak buat dia), tapi kan jadi tercipta ketidakbermanfaatan (buang resource kantor, buang waktu kita).

Dalam hidup pada frase ini, umur 20, manifestasi ketidakbermanfaatan atau sistem dengan efisiensi rendah rasanya terlalu banyak saya temui. Pemborosan waktu mungkin, masalah ketidaktajaman melihat hal-hal yang jauh. Inefektivitas yang bawa kenikmatan buatku, sekaligus ketidakbermanfaatan, yang takutnya jadi penyesalan di masa masa depan kalau dinikmati aja.

2017 aku berharap menemukan sistem dengan efisiensi lebih tinggi, semoga amin.

Aku ingin jadi Manusia sebaik-baiknya